Kamis, 19 Januari 2012

^ at Kota Tua ^



_aku udah di halte kampus neh  :( _
Begitu isi pesan singkat yang aku kirim ke Mbak Nisa, Reisya, juga Millah.
Dengan pasang wajah kesal aku kirim pesan singkat itu kepada ketiga sahabatku .
“ahh, menunggu adalah hal yang paling membosankan” gerutuku dalam hati

15 menit berlalu, akhirnya yang ku tunggu datang juga.
Aku, Millah, Nisa dan Reisya  siap memulai perjalanan kami. Dan kami memutuskan untuk mencari bus yang akan membawa kami ke terminal kalideres.

“jangan yang itu chintya.. mahal!” bagitu ucap mbak nisa saat aku menunjuk salah satu bus jurusan kalideres berwarna kuning, terhat tulisan “Asli Prima” dibagian samping bus, sepertinya fasilitasnya nyaman.
“lho? Emang yang murah yang mana?” jawabku bingung.
“karena aku bukan orang tangerang sih, jadi maaf kalau tidak tahu!” godaku
“tuh,, yang ijo.. ketiga dari bus kuning ini” ucap mbak nisa samil jarinya menunjuk ke arah bus yang terlihat lebih besar tetapi sepertinya tidak begitu nyaman jika dibandingkan dengan bus yang aku tunjukan barusan

“apa bedanya nis?”tanya reisya yang juga senasib dengan ku tidak memahami bus jurusan tangerang!
“yang tadi pake AC, qlo yang itu  ACnya alami!hhaa…”ucap mbak nisa
“hhaa.. oke boleh! kita kan mahasiswa, jadi sesuaikan dengan isi dompet yah!” tambaku tertawa geli
“yah.. yang pentingkan nyampe!”tambah millah

--- ohh benar dugaanku, , bus ijo ini pasti akan sesak dan puaaannaass… ditambah lagi macet! Hikz..hikz… mnyedihkan….! Tetapi untuk mengobati rasa ketidaknyamanan itu aku dan reisya duduk bersebelahan mencoba mengalihkan suasana dengan mendengarkan musik dari pinkpoohku dengan handset.
“maaf yah abang pengamen, lagu edcoustic mengalihkanku darimu” ucap reisya dengan suara sedikit berbisik, membuat aku tertawa geli mendengar ucapannya.

Perjalanan kami dimulai dari serang, masuk tol serang timur – Ciujung – Keragilan – Balaraja – Cikupa- Bitung- Karawaci – Serpong – cikokol –kota tangerang – batu ceper – kalideres. Rute perjalanan yang cukup panjang. Ditempuh selama kurang lebih 90 menit.

Sesampainya di kalideres, kami berempat bertemu dengan anggun yang sengaja menunggu di kalideres. Karena jarak rumahnya yang dekat dengan terminal kalideres ini.
 Setelah membeli beberapa cemilan dan air minum, kami membeli tiket busway , lalu duduk manis sambil menunggu yuli dan yusrin. Dua orang temanku di prodi pendidikan matematika juga.
 “huh, lama banget sih yuli… kan nanti pulangnya kesorean” milla mulai ngomel.
“sms nggak di balas, mungkin mereka dalam perjalanan ” ucapku

10 menit kemudian yang ditunggu pun akhirnya datang.
Dan kami pun  berangkat menuju kota tua dengan mengunakan busway.
Kalideres menuju Harmoni, dilanjutkan mengambil jalur busway yang membawa kami ke derah kota. Tepatnya Jl. Taman Fatahillah – Jakarta Barat. Perjalanan menghabiskan waktu selama 30 menit.

At Bus Trans Jakarta














Setibanya di kota tua…

Tempat pertama yang di jelajahi adalah Museum Sejarah Jakarta
Terletak di  Taman Fatahillah No.1 Jakarta barat.




Tidak ingin hanya sekadar bekeliling-keliling dan berfoto ria, aku pun memberanikan diri bertanya kepada salah seorang petugas di museum ini.







“Museum ini memiliki sejarah cukup panjang, diresmikan tahun 1710 pada masa pemerintahan Gubernur Jendeal Abraham van Riebeck” jelas pak yanto. Seorang petugas yang menyambut kedatangan kami di bagian pintu masuk museum

“kita kesini kan mau foto-foto ncin, ngapain deh nanya-nanya? Kayak ngerti sejarah saja!hahah… ” goda anggun padaku saat aku memasang wajah serius mendengar penjelasan pak yanto
“lho? Tidak ada salahnya kan? Sejarah itu penting gun, sayang banget kalau kita kesini hanya sekadar berfoto saja!” jawabku.
Sebenarnya memang cerita pak yanto tentang sejarah museum ini terdengar asing ditelingaku. Wajar  saja rasanya jika itu terjadi, aku belajar sejarah terkahir kelas XII SMA lalu, itupun hanya sebagai mata pelajaran pelengkap saja. Padahal sejarah itu sangat penting.
inget pesan ini kan? Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya” jawabku mantap di depan teman-temanku yang masih saja asyik berpose di samping benda-benda antik di dalam museum ini.
“iya iya ingat bu guru” jawab anggun, diikuti tawa riang kelima sahabatku yang lainnya.

Aku dan teman – teman terkagum-kagum melihat barang-barang peninggalan sejarah dimuseum ini.
 





Koleksi museum sejarah Jakarta ini terdiri dari beragam bahan material sejenis juga campuran. Ada yang terbuat dari batu, logam, kayu, kaca, Kristal, gerabah, keramik, kain, kulit, kertas dan tulang. Semua info tersebut ada di setiap bagian penjelasan benda-benda peninggalan sejarah tersebut.
Dari penjelasan pak yanto ternyata museum ini memiliki pembendaharaan koleksi mencapai 23.000 buah yang bersala dari warisan Museum Djakarta Lama, hasil pengadaan Pemerintah DKI Jakarta, juga hasil eksvasi ((penggalian arkeologi).
Di halama museum terdapat juga beberapa buah meriam.



Meriam si jagur namanya

















Di museum fathaillah juga kami bertemu pengunjung yang lain. Dari dalam Negari maupun Luar Negeri.  Karena ternyata museum ini memang memiliki tujuan dapat dijadikan sebgai pusat informasi sejarah kota Jakarta dan tidak ingin menjadi tempat untuk menghimpun, meneliti, memelihara dan memamerkan benda koleksi serta menyajikan informasi sejarah kota Jakarta saja, tetapi juga bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa maupun asing, anak-anak, orang dewasa bahkan penyandang cacat pun mamapu menambah pengetahuan serta pengalaman, karena semua dapat dinikamati sambil rekreasi.
Jadi berekreasi sambil belajar.
Tak terasa waktu dzuhur tiba, akhirnya kami menunda sejenak niat penjelajahan kami ke museum lainnya.
“Makan and shalat kan udah, sekarang kita foto-foto sama sepeda ontel yuk??” ajak yusrin
“semangat!!!” jawab yuli
“hhaa… ayo!!” jawab kami serempak
 kami melanjutkan penjelajahan!
Kali ini sepeda ontel klasik tahun 70-an menjadi target utama kami untuk berpose.
 Dengan uang 10 ribu , kami puas berlenggak lenggok dengan sepeda kuno itu, juga menikmati rasanya menjadi remja zaman 70-an mengendarai sepeda antik ini























Setelah Puas dengan sepeda ontel, tujuan kami selanjutnya adalah Museum Oud Batavia (Batavia lama) yeng terletak di Jl.Pintu Besar Utara No.27  Jakarta . Kini berganti nama menjadi Museum Wayang. Dan Museum ini diresmikan tahun 1936.

Seperti tidak ingin kehilangan moment-moment ini, kami berfoto ria  diantara patung –patung wayang, tulisan prasasti dengan bahasa belanda, juga tedapat beberapa alat musik gamelan, yang sering digunakan dalam acara pentas seni wayang golek, wayang orang, dan lain-lain.
Dan alat musik yang berada di museum ini tenyata sudah berusia puluhan tahun, tapi tetap menghasilkan suara yang merdu saat dimainkan.



 
 




Merasa cukup puas di museum wayang, kami memutuskan untuk pulang! Karena waktu sudah sangat tidak memungkinkan kami tetap disini.. khawatir samapai serang larut malam.
“pegel, polusi!!!!” ucapku saat menunggu busway.
“Tak terbayang jika harus setiap hari seperti ini, inilah yang membuat Jakarta tidak menjadi kota impianku” gerutuku, disambut tawa hangat dari keenam sahabatku.
Semua lelah hari ini tapi terbayar dengan rasa kagum pada sejarah, yang selalu menyuguhkan cerita dan makna indah didalamnya.
Belajar dari sebuah Museum yang masih menyimpan rapi , benda-benda peninggalan sejarah. Mengajarkan betapa pentingnya sejarah. Penting untuk dijaga …
^_^
Terimakasih untuk hari yang menyenangkan dan bersejarah ini…

Senin, 14 November 2011

^ Mereka Inspiratorku ^

Elsa Herlistiyani

Sosoknya menginspirasiku... "echa" begitu panggilannya. 
perempuan berlesung pipi manis ini jago bahasa inggrisnya lhoo  :)
kami dipertemukan pertama kali saat acara "Masa bimbingan siswa Baru" di Smansa malingping tercinta...
Subhannallah.. tak pernah ada yang tahu akan alur cerita indah yang di susunNYA..
Allah mengikat kami dalam tali persaudaraan yang indah.. penuh cinta karenaNYA..
3 tahun aku rasa teramat singkat bagi kita melewati hari bersama, tapi itu waktu yang cukup untuk kita saling mengenal dan memahami...
sekarang emang udah jarang banget ketemu yah... 
tak sesering dulu...
Tapi kita masih saling tahu kabar hati masing-masing...

Cha, sayang deh sama kamu..
aku jadi hobi nulis juga karena dorongan kamu... (sampai aku juga maksa kamu buat mulai nulis.. ternyata kamu juga bisa.. jago nulisnya) lanjutkan yah sayang . " ^__^
ingat selalu aku dalam Rabithohmu :)


Zulfah Kudo

Ia adalah Sahabat kecilku lho... kami sebenarnya sudah pernah kenal sejak kelas 6 SD, dan Allah mempertemukan kami kembali saat seragam berganti menjadi putih abu. akhwat yang satu ini sering aku panggil 'autis' karena kegilaannya..
tapi itu yang membuat aku jatuh cinta padanya... 
dan sosoknya Mengsinpirasiku...

"Kudoku, aku rindu kamu... disini nggak ada yang segila kamu ^_^ hhee...
semoga Allah selalu Menjagamu...."



Epi Rusdiyanti

salah satu akhwat 'tangguh' lho... hhha :-D dirinya teramat menginspirasi karena 'beda' ^_^ (nggak se-kalem akhwat biasanya) hhee... *peacempoku
asli deh, kalau sudah bertemu beliau perutku dikocok untuka tak berhenti tertawa ...
mendengar celotehannya... plus plus... qlo lagi 'Duet galau' lho???
 >,<
Jago banget deh nulisnya, aku banyak belajar dari dirinya... rajin baca notes fbnya...
tetehku, sadar nggak aku merhatiin kamu?? hhaa.. 'romantis kan aku'. :-p
sama-sama suka 'TIMNAS" .. dirinya suka 'akang Markus' diriku suka "Mas Bepe" hhaa  :-D

"teteh, masih punya hutang mocci lho sama aku... 
maksih yah udah bikin aku merah merona.. hhaa sssstttttt...
Baik-baik lhoo di bandung, cepet selesai S2'a.. cepat ketemu sama jodohnya, amin :)
Luv U coz Allah .....


Alfa Kamila

akhwat superrr yang jagooo juga nulisnya... :)
seru kalau udah ngobrol bareng... ^_^
ngalor ngidul deh.... "Menginspirasi"
Aku sayang mbak alfa.... mbak mirip kudoku (iyalah,.. secara adekaka hha)


"mbak alfa... ana uhibbuki fillah... 
rindukan aku selagi sempat dan ada waktu"


Okeu Talia Sammaulidha

senang bisa mengenalmu..
bahagia menjadi adikmu...
dan aku bahagia merindukanmu...
sosokmu Meginspirasi....

"mbak, semoga sehat slalu yah.. aku rindu tulisanmu :)"



Abu fathia

Ini satu-satunya ikhwan diantara 'mereka inspiratorku'
tak apa donk... kan beliau memang teramat "Mengispirasi"
sosoknya adalah guruku, kakakku, abangku, sahabatku, bahkan kadang rela jadi diaryku' hhhaa...

Abu fathia nama penanya.. mungkin karena sama-sama hobi nulis jadinya bisa nyambung,,,
rajin banget update status tuh..  [sampai bosen liat beranda] hha.. #lupakan

"abangku, makasih yah rajin jadi editor cerpen adek... maksih juga rajin denger cengengnya aku hhaa :-D tapi masih punya janji lhoo beliin aku soup duren... wkkwkwk [kebalik padahal]




^ aku titip sedikit ceritaku yahhhhhhhhhh.........^

Semoga Allah menjaga para Inpiratorku dalam MahabbahNya... 
sayang semuaaanya :)




Selasa, 08 November 2011

“CurhatPagi”


Dear Lappink.. “edisi aku n kamu” hhaa…
Jemariku menari diatas tutsmu…
Ini ceritanya baru selesai sarapan lho ^_^
Menu pagi ini “nasi Goreng” ala “cheef Dennnisa
Bikinnya sih nggak banyak.. tapi cukup deh buat di bagi-bagi ke adek-adek (tetangga kotsan aq)…. “indahnya jadi anak kots! Punya makanan lebih, pasti serunya bagi-bagi… ngerasainnya bagi-bagi.. Plus pamer keahlian masak gituuu hhhaa :-D
“semoga berkah yah dek… J
Setelah bagi-bagi ke beberapa kamar, aku balik deh ke kamarku.. tersisa 1 piring nasi goreng lagi.. Liat porsinya sih aku ngerasa nggak bakalan sanggup deh ngabisin sendirian.. akhirnya di bagi lagi deh sama teman di kamar sebelah…
Udah ahh, kepanjangan cerita bagi-baginya… langsung aza yah ke edisi “sarapan berlinang airmata” LHO?????? :O… uhuks…uhuks..hiks…hiks…
“Nasi Goreng” ….
Menu sederhana yang selalu bisa bikin Vinda bilang “kamu pinter masak deh ay”!
Menu sederhana yang biasa diminta Teh shanty kalau lagi males beli sarapan diluar
Menu sederhana yang seru buat dibagi-bagi….
Menu sederhana yang sering aku bumbuhi pelengkap lainnya…
Dan Nasi goreng..
Menu sederhana yang membawa aku ke “hari ituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu”
Hari dimana hidangan “Nasi goreng” aku paling buruk karena kebanyakan kunyit… (waktu itu belom jadi cheef ceritanya… hhaaa :-D)
Tapi “hari ituuuuuuuuuuuuu” ada yang rela ngabisin satu piring Nasi gorengku..padahal Rasanya aku yakin ga jelas…. Masih ingat banget percakapan kami saat itu ..

“lahap banget? Lapar atau doyan?” sindirku
“mungkin dua-duanya” jawabnya
“emang enak yah? Itu kunyitnya kebanyakan lho.. pasti rasanya aneh”kataku
“nggak ahh, enak kok… saya habiskan yah.. kamu pintar masak, keren” jawabnya
“hmmmm…. Ngehina nih ceritanya”jawabku
“jujur lho.. nanti kamu bisa jago masak!! ^_^” jawabnya sambil tersenyum dan melanjutkan makan…

Hiks………… T___________T
Nasi goreng yang ada dihadapanku sekarang bikin ‘cengeng’ deh..
Lappink… inginnya sih aku bilang langsung sama orangnya,.. tapi gag apa-apadeh… aku bilang sama kamu and blogku aza… (kali aza dy baca #ngarep.com)
Pengen bilang gini nih :
“aku udah bisa bikin nasi goreng yang enak lhoooo..
Kunyitnya nggak kebanyakan lagi…
Pedasnya juga nggak ketara…
Udah bisa ditambah-tambah bahan-bahan lain pula…
Pasti kalau kamu makin lahap deh makannya…
Inget ga? Pernah janji lho kamu yang mau bikinin aku nasi goreng…
Tapi kayaknya itu gag akan terjadi deh :’(
Kamuu baik-baik yah disana… dia pasti lebih jago dari aku yah masaknya?
#lupakan..
Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa…. “ocehanbelaka”
^_^
Salam rindu untuk hariii itu……………………
Ups… tiba-tiba……….
“teteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh makasih yah nasi gorengnya.. enak deh!” ucap gita, fathia, and Putri…………
“iyaa sama – sama” jawabku (hatiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aku???????? Ahh abaikan!!!!!)


Selasa, 01 November 2011

^ Gerimis Senja ^




“Aku berangkat besok.”
“Lalu?”
“Ingin mengucapkan sesuatu mungkin?”
“Tidak ada. Aku tidak suka bilang selamat tinggal.” 
“aku berangkat ke Sidney besok, mungkin kamu mau ikut mengantarkanku ke bandara??,” ucap fathin sambil berdiri hendak pergi. Namun baru saja hendak mengambil langkah pertama, Nisa menarik tasnya , fathin duduk lagi.
“apa?”tanya fathin
“Jangan biarkan dirimu terlampau jauh dari jangkauanku, aku tahu pasti waktu hanya menunggu untuk akhirnya menjauhkanmu dariku dan membuatku mudah tidak mengingatmu lagi.”
Fathin tersenyum mendengar jawaban gadis manis yang duduk disampingnya.
“lucu?” tanya nisa kesal
“sulit untuk kita membaca apa yang akan terjadi. Detik berikutnya masih rahasia de, tak perlu dibantahkan waktu akan membawanya di ujung kisah ini, tak usah berpikir terlalu jauh” jawab fathin mencoba menenangkan gadis yang disayanginya
“apa aku terlihat begitu ketakutan?” tanya nisa
“wajar, itu karena kamu tak yakin dengan hatimu..dan hatiku” jawab fathin
“aku ingin waktu berbagi rahasia tentang apa yang akan terjadi” jawab nisa
Fathin hanya tersenyum.
“ayo kita pulang!” ajak fathin
“tanpa payung yah? Aku ingin kita berlari dibawah gerimis.. mungkin untuk yang terakhir”
“konyol, apa itu harapanmu?”fathin sedih mendengar jawaban nisa
“tidak, tapi siapa yang tahu dengan masa depan?.. dan semua bisa terjadi semaunya”
“kehendakNYA.. itu terbaik untuk kita” tambah nisa
“ups.. tunggu”
“kenapa?”
“Taman mesjid ini..”
“saksi kisah kita ada” ucap fathin sambil melangkahkan kaki,dan beranjak dari tempat duduknya. Ia menikmati gerimis senja ini bersama alfathunisa, teman hati yang akan sangat dirindukannya ..

 ****
Keesokan harinya, diwaktu senja, gerimis kembali membasahi tanah negeri seribu cinta, disamping jendela kamar, diary pooh menemani nisa..
 “ adalah aku hujan yang membasahi harimu dengan gerimis cinta dan kekonyolan yang sedrhana ku suguhkan untuk mewarnai sedikit ceritamu. Tentang sebuah cita dan cinta, mungkin kau bosan. Itu alasanmu akan pergi? Ahh, fathin.. maaf aku terlalu egois menahanmu disini.. aku tak ingin terlihat rapuh di hadapanmu, aku harus melepasmu… aku tak yakin aku cukup tegar--- kenang aku saat gerimis senja J aku bercerita dalam jingga.. tentang penantianku diujung pelangi”

Nisa diam lagi. Matanya terpejam. Kulitnya diterpa hembusan angin sore menyejukkan yang masuk dengan lembut lewat jendela kamarnya. Dalam imaginya, ia membayangkan sosok fathin yang kini jauh dari jangkauannya. Sudut matanya tiba-tiba saja basah. “aku ingin waktu membisikan tentang apa yang terjadi setelah helaan nafasku selanjutnya” lirih nisa

“Sayang…” sebuah suara menyentakkan imagi yang tengah dibangun nisa susah payah. Nisa membuka mata dan mendapati sosok wanita paruh baya yang lembut tengah menghampirinya
“iya bunda…” jawab nisa dengan segera menghapus airmata dipipinya.
“Allah mencintaimu anakku..” ucap bunda mengelus pipiku
“bunda kenapa menangis?”
“Kau akan jauh lebih tegar dari kami sayang!” suara shyfa, sepupu fathin tiba-tiba memebuatku kaget
“kakak? Fathin sudah berangkat? Maaf. . aku tak cukup kuat melangkahkan kaki ikut ke bandara”
“tapi aku meneleponnya tadi pagi, dan aku rasa dia tak bermasalah jika ku tak mengantarkan kepergiannya. Anggap saja ini uji coba agar kami terbiasa” jawab nisa
“kamu memang harus lebih terbiasa..” ucap shyfa
“iyaa, untuk cita-cita fathin…” belum selesai kalimat terucap dari mulut nisa, shyfa dan bunda memeluknya dengan erat. Larut dalam kesedihan
“sepertinya kalian tidak belajar dari ketegaranku”
“anakku”
“bunda, hapus airmatanya donk.. nisa bisa menunggunya.. ikatan ini akan nisa jaga”
“nisa” air mata shyfa tak terbendung
“senyumku tak cukup menjelaskankah bahwa aku ikhlas? Ini untuk cita-cita fathin, 2 tahun aku rasa bukan waktu yang lama, sesekali fathin akan pulang kan? Kak?” ucap nisa. ada rasa tanya dalam hatinya, mengapa bunda dan shyfa tak kunjung menghentikan tangisannya. Shyfa dan bunda beradu pandang seperti ada sesuatu hal yang ingin mereka sampaikan, namun tercekat di tenggorokan. Entah karena sesak kesediahan atau mereka tidak cukup tegar seperti nisa yang berusaha menata hati.
“bunda? Kakak? Kenapa?” nisa mulai jengah dengan tangisan keduanya yang tak kunjung mereda. Keduanya masih beradu pandang seperti membuat suatu kesepakatan, dan akhirnya bunda berbicara
“fathin sudah tenang disisiNYA sayang, ikhlaskan yah” bunda memeluk erat nisa
“maksud bunda?” nisa tersentak kaget dan berharap pendengarannya salah, atau bunda salah berucap.
“Fathin mengalami kecelakaan tadi pagi saat ia bermaksud menjemputmu untuk ikut ke bandara”
“innalillahi wa innalillahi rojiun.. dia telah pulang kesisiNYA” ucap bunda
{ nisa tak sadarkan diri, meraba hati.. masih adakah ketegaran tersisa?
Ini tentang tangis kehilangan}

***

Di rumah sakit.  

Satu-satunya korban yang tak mampu diselamatkan dari kecelakaan mobil itu adalah Fathin. Dan sekarang, nisa diperkenankan untuk melihat jasad fathin yang sudah tak bernyawa.
Nisa menyingkap kain putih yang menutup sekujur tubuh Fathin, “Fathin…” mata Nisa panas. Tapi tak ada sebutirpun air keluar dari matanya.
 Seorang suster menghampirinya, “Mbak yang namanya Nisa?”
 “Iya sus, saya Nisa.”
 Suster tadi merogoh buku catatan kecil dari kantong samping baju putihnya. Membuka lembar demi lembar buku itu dan berhenti di satu bagian.

“Saya dapat amanat dari Fathin, dia ingin saya menyampaikan ini sama Mbak,” katanya kemudian.
Nisa tersentak, “Apa itu, suster?”
 Suster menyerahkan kertas berisi pesan Fathin yang dituliskan olehnya.
 Nisa buru-buru mengambil kertas itu dan membaca isinya. “Nisa, aku pergi dulu ya. Mungkin lama takkan kembali. Datanglah ke Taman mesjid kampus waktu kamu rindu aku. Aku titipkan cintaku di sana. Di setiap senja terindah yang kamu nikmati. Ingat saja, aku selalu di sampingmu, menemanimu menatap senja dan gerimis”
  
***
 dalam Gerimis Senja

Kamu adalah kisah yang tak sengaja aku tulis di buku takdirku. Kebetulan yang  tak pernah terencana.. tapi mungkin, kamu adalah sebagian kecil rahasia yang Tuhan simpan.
Aku selalu mendo’akanmu teman hatiku….Tuhan mendengar bahwa aku  tak ingin lupa. untuk tetap menyebutkan namamu dihadapan-Nya.
dan aku bisa. kuletakkan sebagian tubuhku yang masih bernyawa di titik kecil kekuatan yang masih tersisa. di sana .. di ujung lembayung senja yang selalu kurindu…

^selama aku menanti…
selama aku mencari..
baying-bayangmu di batas waktu..
matahari membakar rinduku…
terbang bersama mega-mega
menembus dinding waktu…
dalam hati ku panggil namamu…
semoga saja kau dengan dan merasakan…^

di hatimu aku jatuh. Kisah cinta yang tak ku biarkan mati sampai hari ini.. meski aku harus sendiri menikmati gerimis senja ini.. tapi kamu telah tersimpan jauh di dasar ^_^
di sinilah tempat awal kita berpijak. tempat kita menulis masa dimana pernah berharap kebahagiaan ini mendekati abadi, sampai kita tak mampu lagi melawan gravitasi.  

Aku ingin selalu melawati senja ditemani gerimis lembut ini
Dengan ini membawaku kemasa itu… saat kau ucapkan terakhir kali “taman ini saksi kisah kita ada”

“Aku lebih siap dipaksa waktu untuk menunggu, dibanding harus melupakanmu. Kamu benar, waktu menyimpan rahasianya sendiri. Ia tak biasa berbagi. Bawa cintaku ke peraduan terakhirmu, simpanlah dulu, hingga waktunya nanti aku menyusulmu. Sekarang, di sini, aku percaya, kamu bersamaku, menikmati senja yang melukis cintamu.”  :’)