Kamis, 19 Januari 2012

^ at Kota Tua ^



_aku udah di halte kampus neh  :( _
Begitu isi pesan singkat yang aku kirim ke Mbak Nisa, Reisya, juga Millah.
Dengan pasang wajah kesal aku kirim pesan singkat itu kepada ketiga sahabatku .
“ahh, menunggu adalah hal yang paling membosankan” gerutuku dalam hati

15 menit berlalu, akhirnya yang ku tunggu datang juga.
Aku, Millah, Nisa dan Reisya  siap memulai perjalanan kami. Dan kami memutuskan untuk mencari bus yang akan membawa kami ke terminal kalideres.

“jangan yang itu chintya.. mahal!” bagitu ucap mbak nisa saat aku menunjuk salah satu bus jurusan kalideres berwarna kuning, terhat tulisan “Asli Prima” dibagian samping bus, sepertinya fasilitasnya nyaman.
“lho? Emang yang murah yang mana?” jawabku bingung.
“karena aku bukan orang tangerang sih, jadi maaf kalau tidak tahu!” godaku
“tuh,, yang ijo.. ketiga dari bus kuning ini” ucap mbak nisa samil jarinya menunjuk ke arah bus yang terlihat lebih besar tetapi sepertinya tidak begitu nyaman jika dibandingkan dengan bus yang aku tunjukan barusan

“apa bedanya nis?”tanya reisya yang juga senasib dengan ku tidak memahami bus jurusan tangerang!
“yang tadi pake AC, qlo yang itu  ACnya alami!hhaa…”ucap mbak nisa
“hhaa.. oke boleh! kita kan mahasiswa, jadi sesuaikan dengan isi dompet yah!” tambaku tertawa geli
“yah.. yang pentingkan nyampe!”tambah millah

--- ohh benar dugaanku, , bus ijo ini pasti akan sesak dan puaaannaass… ditambah lagi macet! Hikz..hikz… mnyedihkan….! Tetapi untuk mengobati rasa ketidaknyamanan itu aku dan reisya duduk bersebelahan mencoba mengalihkan suasana dengan mendengarkan musik dari pinkpoohku dengan handset.
“maaf yah abang pengamen, lagu edcoustic mengalihkanku darimu” ucap reisya dengan suara sedikit berbisik, membuat aku tertawa geli mendengar ucapannya.

Perjalanan kami dimulai dari serang, masuk tol serang timur – Ciujung – Keragilan – Balaraja – Cikupa- Bitung- Karawaci – Serpong – cikokol –kota tangerang – batu ceper – kalideres. Rute perjalanan yang cukup panjang. Ditempuh selama kurang lebih 90 menit.

Sesampainya di kalideres, kami berempat bertemu dengan anggun yang sengaja menunggu di kalideres. Karena jarak rumahnya yang dekat dengan terminal kalideres ini.
 Setelah membeli beberapa cemilan dan air minum, kami membeli tiket busway , lalu duduk manis sambil menunggu yuli dan yusrin. Dua orang temanku di prodi pendidikan matematika juga.
 “huh, lama banget sih yuli… kan nanti pulangnya kesorean” milla mulai ngomel.
“sms nggak di balas, mungkin mereka dalam perjalanan ” ucapku

10 menit kemudian yang ditunggu pun akhirnya datang.
Dan kami pun  berangkat menuju kota tua dengan mengunakan busway.
Kalideres menuju Harmoni, dilanjutkan mengambil jalur busway yang membawa kami ke derah kota. Tepatnya Jl. Taman Fatahillah – Jakarta Barat. Perjalanan menghabiskan waktu selama 30 menit.

At Bus Trans Jakarta














Setibanya di kota tua…

Tempat pertama yang di jelajahi adalah Museum Sejarah Jakarta
Terletak di  Taman Fatahillah No.1 Jakarta barat.




Tidak ingin hanya sekadar bekeliling-keliling dan berfoto ria, aku pun memberanikan diri bertanya kepada salah seorang petugas di museum ini.







“Museum ini memiliki sejarah cukup panjang, diresmikan tahun 1710 pada masa pemerintahan Gubernur Jendeal Abraham van Riebeck” jelas pak yanto. Seorang petugas yang menyambut kedatangan kami di bagian pintu masuk museum

“kita kesini kan mau foto-foto ncin, ngapain deh nanya-nanya? Kayak ngerti sejarah saja!hahah… ” goda anggun padaku saat aku memasang wajah serius mendengar penjelasan pak yanto
“lho? Tidak ada salahnya kan? Sejarah itu penting gun, sayang banget kalau kita kesini hanya sekadar berfoto saja!” jawabku.
Sebenarnya memang cerita pak yanto tentang sejarah museum ini terdengar asing ditelingaku. Wajar  saja rasanya jika itu terjadi, aku belajar sejarah terkahir kelas XII SMA lalu, itupun hanya sebagai mata pelajaran pelengkap saja. Padahal sejarah itu sangat penting.
inget pesan ini kan? Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya” jawabku mantap di depan teman-temanku yang masih saja asyik berpose di samping benda-benda antik di dalam museum ini.
“iya iya ingat bu guru” jawab anggun, diikuti tawa riang kelima sahabatku yang lainnya.

Aku dan teman – teman terkagum-kagum melihat barang-barang peninggalan sejarah dimuseum ini.
 





Koleksi museum sejarah Jakarta ini terdiri dari beragam bahan material sejenis juga campuran. Ada yang terbuat dari batu, logam, kayu, kaca, Kristal, gerabah, keramik, kain, kulit, kertas dan tulang. Semua info tersebut ada di setiap bagian penjelasan benda-benda peninggalan sejarah tersebut.
Dari penjelasan pak yanto ternyata museum ini memiliki pembendaharaan koleksi mencapai 23.000 buah yang bersala dari warisan Museum Djakarta Lama, hasil pengadaan Pemerintah DKI Jakarta, juga hasil eksvasi ((penggalian arkeologi).
Di halama museum terdapat juga beberapa buah meriam.



Meriam si jagur namanya

















Di museum fathaillah juga kami bertemu pengunjung yang lain. Dari dalam Negari maupun Luar Negeri.  Karena ternyata museum ini memang memiliki tujuan dapat dijadikan sebgai pusat informasi sejarah kota Jakarta dan tidak ingin menjadi tempat untuk menghimpun, meneliti, memelihara dan memamerkan benda koleksi serta menyajikan informasi sejarah kota Jakarta saja, tetapi juga bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa maupun asing, anak-anak, orang dewasa bahkan penyandang cacat pun mamapu menambah pengetahuan serta pengalaman, karena semua dapat dinikamati sambil rekreasi.
Jadi berekreasi sambil belajar.
Tak terasa waktu dzuhur tiba, akhirnya kami menunda sejenak niat penjelajahan kami ke museum lainnya.
“Makan and shalat kan udah, sekarang kita foto-foto sama sepeda ontel yuk??” ajak yusrin
“semangat!!!” jawab yuli
“hhaa… ayo!!” jawab kami serempak
 kami melanjutkan penjelajahan!
Kali ini sepeda ontel klasik tahun 70-an menjadi target utama kami untuk berpose.
 Dengan uang 10 ribu , kami puas berlenggak lenggok dengan sepeda kuno itu, juga menikmati rasanya menjadi remja zaman 70-an mengendarai sepeda antik ini























Setelah Puas dengan sepeda ontel, tujuan kami selanjutnya adalah Museum Oud Batavia (Batavia lama) yeng terletak di Jl.Pintu Besar Utara No.27  Jakarta . Kini berganti nama menjadi Museum Wayang. Dan Museum ini diresmikan tahun 1936.

Seperti tidak ingin kehilangan moment-moment ini, kami berfoto ria  diantara patung –patung wayang, tulisan prasasti dengan bahasa belanda, juga tedapat beberapa alat musik gamelan, yang sering digunakan dalam acara pentas seni wayang golek, wayang orang, dan lain-lain.
Dan alat musik yang berada di museum ini tenyata sudah berusia puluhan tahun, tapi tetap menghasilkan suara yang merdu saat dimainkan.



 
 




Merasa cukup puas di museum wayang, kami memutuskan untuk pulang! Karena waktu sudah sangat tidak memungkinkan kami tetap disini.. khawatir samapai serang larut malam.
“pegel, polusi!!!!” ucapku saat menunggu busway.
“Tak terbayang jika harus setiap hari seperti ini, inilah yang membuat Jakarta tidak menjadi kota impianku” gerutuku, disambut tawa hangat dari keenam sahabatku.
Semua lelah hari ini tapi terbayar dengan rasa kagum pada sejarah, yang selalu menyuguhkan cerita dan makna indah didalamnya.
Belajar dari sebuah Museum yang masih menyimpan rapi , benda-benda peninggalan sejarah. Mengajarkan betapa pentingnya sejarah. Penting untuk dijaga …
^_^
Terimakasih untuk hari yang menyenangkan dan bersejarah ini…

1 komentar: